Ayoe’s Weblog

Just another WordPress.com weblog

Arsip untuk Maret 12th, 2008

.: Menembus Keterbatasan :.

Ditulis oleh ayoe di/pada Maret 12, 2008

Kutu anjing adalah binatang yang mampu melompat 300 kali tinggi tubuhnya. Namun, apa yang terjadi bila ia dimasukkan ke dalam sebuah kotak korek api lalu dibiarkan disana selama satu hingga dua minggu? Hasilnya kutu itu sekarang hanya mampu melompat setinggi korek api saja! Kemampuan melompat 300 kali tinggi tubuhnya tiba-tiba hilang.

Ini yang terjadi…Ketika kutu itu berada di dalam kotak korek api, dia mencoba melompat tinggi. Tapi dia terbentur dinding korek api. Dia mencoba lagi dan terbentur lagi. Terus begitu sehingga ia mulai ragu akan kemampuannya sendiri, ia mulai berfikir ” Sepertinya kemampuan melompat saya memang hanya segini” .  Kemudian loncatannya disesuaikan dengan tinggi korek api. Aman…. dia tidak terbentur!!!

Saat itulah dia menjadi sangat yakin, “Nah benar kan?  Kemampuan saya memang cuma segin, inilah saya!!!

Ketika kutu sudah dikeluarkan dari kotak kotek api, dia masih terus merasa bahwa batas kemampuan lompatnya hanya setinggi kotak korek api. Sang kutu pun hidup seperti itu hingga akhir hayat. Kemampuan yang sesungguhnya tidak tampak. Kehidupannya telah dibatasi oleh lingkungannya.

Sesunggunya di dalam diri kita juga banyak kotak korek api. Misalnya Anda memiliki atasan yang  tidak memiliki  kepemimpianan yang memadai. Dia tipe orang yang selalu takut tersaingi bawahannya, sehingga dia sengaja menghambat perkembangan karir kita. Ketika Anda mencoba melompat tinggi, dia tidak pernah memuji, bahkan justru tersinggung.  Dia adalah contoh korek api yang bisa mengkerdilkan Anda.

Teman kerja juga bisa jadi kotak korek api, coba ingat ketika dia bicara begini, “Ngapain sih kamu kerja keras seperti itu, kamu gak bakalan dipromosikan kok!” ingat mereka adalah kotak korek api. Mereka bisa menghambat perkembangan potensi diri Anda.

Korek api juga bisa berbentuk kondisi tubuh yang kurang sempurna, tingkat pendidikan yang rendah, kemiskinan, usia dan sebagainya. Bila semua itu menjadi kotak korek api, maka akan menghambat prestasi dan kemampuan Anda yang sesunggunya tidak tercermin dalam aktivitas sehari-hari.

Bila potensi Anda yang sesunggugnya ingin muncul, Anda harus take action untuk menembus korek api itu. Lihatlah Ucok Baba, dengan tinggi tubuh yang di bawah rata-rata ia mampu menjadi presenter televisi. Anda pun pasti kenal Helen Keller. Dengan mata but, tuli dan “gagu” dia mampu lulus dari Havard University. Bill Gates tidak menyelesaikan pendidikan sarjananya, namun mampu menjadi “raja” komputer.  Andre Wongso, tidak menamatkan pendidikan sekolah dasar, namun mampu menjadi motivator nomor satu di Indonesia.

Contoh lain Meneg BUMN, bapak Sugiharto, yang pernah menjadi seorang pengasong, tukang parkir dan kuli bangunan. Kemiskinan tidak menghabatnya untuk maju. Bahkan sebelum menjadi menteri pernah menjadi eksekutif di salah satu perusahaan  ternama.

Begitu pula dengan presiden  Nelson Mandela, ia menjadi presiden Afrika Selatan setelah usianya lewat 65 tahun. Kolonel Sanders sukses menbangun jaringan restiran fast food ketika usianya lebih dari 64 tahun.

Nah, bila Anda masih terkungkung dalam kotak korek api, pada hakekatnya Anda masih terjajah. Orang-orang seperti Ucok Baba, Helen Keller, Andre Wongso, Sigiharto, Bill Gates dan Nelson Mandela adalah orang yang mempu menembus kotak korek api. Merekalah adalah contoh sosok  yang merdeka, sehingga mampu menembus keterbatasan.

Break Your Border, 

        Touch the Sky …..

Ditulis dalam Perenungan | 1 Komentar »

Mampukah Kita Mencintai Tanpa Syarat…(Sebuah Perenungan)

Ditulis oleh ayoe di/pada Maret 12, 2008

Crita ini, dikirim dari seorang teman melalui email…

Based on True Story..

Dilihat dari usianya beliau sudah tidak muda lagi, usia yg sudah senja bahkan sudah mendekati malam, pak Suyatno 58 tahun kesehariannya diisi dengan merawat istrinya yang sakit istrinya juga sudah tua. mereka menikah sudah lebih 32 tahun

Mereka dikarunia 4 orang anak disinilah awal cobaan menerpa, setelah istrinya melahirkan anak ke empat tiba2 kakinya lumpuh dan tidak bisa digerakkan itu terjadi selama 2 tahun, menginjak tahun ke tiga seluruh tubuhnya menjadi lemah bahkan terasa tidak bertulang lidahnyapun sudah
tidak bisa digerakkan lagi.
Setiap hari pak suyatno memandikan, membersihkan kotoran, menyuapi, dan mengangkat istrinya keatas tempat tidur. Sebelum berangkat kerja dia letakkan istrinya didepan TV supaya istrinya tidak merasa kesepian.
Walau istrinya tidak dapat bicara tapi dia selalu melihat istrinya tersenyum, untunglah tempat usaha pak suyatno tidak begitu jauh dari rumahnya sehingga siang hari dia pulang untuk menyuapi istrinya makan siang. sorenya dia pulang memandikan istrinya, mengganti pakaian dan selepas maghrib dia temani istrinya nonton televisi sambil menceritakan apa2 saja yg dia alami seharian.

Walaupun istrinya hanya bisa memandang tapi tidak bisa menanggapi, pak suyatno sudah cukup senang bahkan dia selalu menggoda istrinya setiap berangkat tidur.

Rutinitas ini dilakukan pak suyatno lebih kurang 25 tahun, dengan sabar dia merawat istrinya bahkan sambil membesarkan ke empat buah hati mereka, sekarang anak2 mereka sudah dewasa tinggal si bungsu yg masih kuliah.

Pada suatu hari ke empat anak suyatno berkumpul dirumah orang tua mereka sambil menjenguk ibunya. Karena setelah anak mereka menikah sudah tinggal dengan keluarga masing2 dan pak suyatno memutuskan ibu mereka dia yg merawat, yang dia inginkan hanya satu semua anaknya berhasil.

Dengan kalimat yg cukup hati2 anak yg sulung berkata ” Pak kami ingin sekali merawat ibu, semenjak kami kecil melihat bapak merawat ibu tidak ada sedikitpun keluhan keluar dari bibir bapak……….bahkan bapak tidak ijinkan kami menjaga ibu”. Dengan air mata berlinang anak itu melanjutkan kata2nya “sudah yg keempat kalinya kami mengijinkan bapak menikah lagi, kami rasa ibupun akan mengijinkannya, kapan bapak menikmati masa tua bapak dengan berkorban seperti ini kami sudah tidak tega melihat bapak, kami janji kami akan merawat ibu sebaik-baik secara bergantian”.

Pak suyatno menjawab hal yg sama sekali tidak diduga anak2 mereka… “Anak2ku ……… Jikalau perkawinan & hidup didunia ini hanya untuk nafsu, mungkin bapak akan menikah……tapi ketahuilah dengan adanya ibu kalian disampingku itu sudah lebih dari cukup, dia telah melahirkan kalian..sejenak kerongkongannya tersekat,… kalian yg selalu kurindukan hadir didunia ini dengan penuh cinta yg tidak satupun dapat menghargai dengan apapun.

Coba kalian tanya ibumu apakah dia menginginkan keadaanya seperti Ini. Kalian menginginkan bapak bahagia, apakah bathin bapak bisa bahagia meninggalkan ibumu dengan keadaanya sekarang, kalian menginginkan bapak yg masih diberi Tuhan kesehatan dirawat oleh orang
lain, bagaimana dengan ibumu yg masih sakit.”

Sejenak meledaklah tangis anak2 pak suyatno, merekapun melihat butiran2 kecil jatuh dipelupuk mata ibu suyatno…Dengan pilu ditatapnya mata suami yg sangat dicintainya itu..

Sampailah akhirnya pak suyatno diundang oleh salah satu stasiun TV swasta untuk menjadi nara sumber dan merekapun mengajukan pertanyaan kepada suyatno kenapa mampu bertahan selama 25 tahun merawat Istrinya yg sudah tidak bisa apa2..

Disaat itulah meledak tangis beliau dengan tamu yg hadir di studio kebanyakan kaum perempuanpun tidak sanggup menahan haru disitulah pak Suyatno bercerita.

“Jika manusia didunia ini mengagungkan sebuah cinta dalam perkawinannya, tetapi tidak mau memberi ( memberi waktu, tenaga, pikiran, perhatian ) adalah kesia-siaan.
Saya memilih istri saya menjadi pendamping hidup saya, dan sewaktu dia sehat diapun dengan sabar merawat saya, mencintai saya dengan hati dan bathinnya bukan dengan mata, dan dia memberi saya 4 orang anak yg lucu2..

Sekarang dia sakit karena berkorban untuk cinta kita bersama..dan itu merupakan ujian bagi saya, apakah saya dapat memegang komitmen untuk mencintainya apa adanya… sehatpun belum tentu saya mencari penggantinya apalagi dia sakit,,,”

Ditulis dalam lupe | Leave a Comment »

Trademark – Only Love

Ditulis oleh ayoe di/pada Maret 12, 2008

2 a.m. and the rain is falling
Here we are at the crossroads once again
You’re telling me you’re so confused
You can’t make up your mind
Is this meant to be
You’re asking me

Chorus
But only love can say – try again or walk away
But I believe for you and me
The sun will shine one day
So I’ll just play my part
And pray you’ll have a change of heart
But I can’t make you see it through
That’s something only love can do

In your arms as the dawn is breaking
Face to face and a thousand miles apart
I’ve tried my best to make you see
There’s hope beyond the pain
If we give enough, if we learn to trust

[Chorus]

I know if I could find the words
To touch you deep inside
You’d give our dream just one more chance
Don’t let this be our last good-bye

[Chorus]
That’s something only love can do

Ditulis dalam Lirik | Leave a Comment »