Ayoe’s Weblog

Just another WordPress.com weblog

MENIKAHI ORANG YANG DICINTAI ATAU MENCINTAI ORANG YANG DINIKAHI ?…

Ditulis oleh ayoe di/pada Maret 17, 2008

Dikirim oleh seorang sahabat, eva yang nun jauh disana… :D

Awie’ 090507

Hemm…pertanyaan yang tidak mudah kita jawab, dibenak kita mungkin akan muncul sebuah pertanyaan, “Apa bedanya sih?”.

Inspirasi ini muncul ketika saya sedang terlibat diskusi hangat dengan sang isteri tercinta. Topik ini muncul ketika dalam forum pengajiannya sedang ada pembahasan mengenai fenomena artis yang kawin cerai.

Seberapa besarkah cinta kepada pasangan, kita butuhkan? Sampai kapan?.
Cinta membuat kita bisa melakukan segala hal, apapun kondisi kita dan di manapun kita berada, dan itulah pengorbanan atas nama cinta.

Cinta terkadang membuat kita buta, memaksa kita untuk meninggalkan  norma, pilihan sadar, jati diri, cita-cita sampai keyakinan, demi untuk memenuhi kehendak yang kita cintai. Tetapi kadang cinta juga bisa membuat kita menjadi sebaliknya.

Mencintai orang yang di (me) nikahi, merupakan sebuah pilihan sadar kita untuk memberikan yang terbaik dari apa yang kita miliki, serta menerima semua kekurangan dan kelebihan pasangan kita.

Kita akan menjaga agar api cinta itu tidak pernah redup atau mungkin mati dengan segala upaya, walaupun badai mencoba untuk memadamkannya.

Sementara menikahi orang yang kita cintai memang sudah menjadi sebuah keharusan, namun coba kita renungkan barang sejenak. Terkadang kita mencintainya bukan karena pilihan sadar kita tetapi lebih karena ada perasaan membuncah untuk segera bersanding dan memiliki.

Pada saat itu kita sedang terlena oleh tampilan sesaat, kita tidak pernah berpikir apakah bara api cinta akan tetap abadi selamanya dalam diri ?, yang penting mumpung bara itu masih menyala maka sudah semestinya segera dicarikan tempat di mana api cinta itu akan diletakkan.

Dan ketika tempat itu dirasa sudah tidak sesuai dengan yang diharapkan, bahkan justeru membuat baranya semakin redup maka kita akan buru-buru untuk mencari tempat lain agar api cinta tetap menyala, tanpa mencari sebab apa yang sekiranya membuat api cinta itu menjadi padam.

Ya, api cinta itu sudah berada di tempat lain, dan kita tidak akan  pernah mendapatkannya kembali. Sudahkah kita mencintai orang yang kita nikahi ? Wallahu a’lam bis showab.

Qs. Ar Ruum : 21. Dan di antara tanda-tanda kekuasaan-Nya ialah Dia menciptakan untukmu isteri-isteri dari jenismu sendiri, supaya kamu cenderung dan merasa tenteram kepadanya, dan dijadikan-Nya diantaramu rasa kasih dan sayang. Sesungguhnya pada yang demikian itu benar-benar terdapat tanda-tanda bagi kaum yang berfikir.

(sumber: http://pejoeangmoeda.multiply.com/journal/item/4)

2 Tanggapan ke “MENIKAHI ORANG YANG DICINTAI ATAU MENCINTAI ORANG YANG DINIKAHI ?…”

  1. flower berkata

    gw mah belon punya bini,
    tp apik juga tuh artikel
    tp kayaknya cinta ntu emang mbutain mata n pikiran dech. Bg gw sich cinta adl proses untuk ngenanam, ngerawat, ngepupuk, dan ngebina teyus ngehasilin.. (Auah gelap, gombal..)

  2. niez berkata

    so sweeet..
    bs g kedua-nya?
    mencintai-nya sekaligus menikahi-nyaa???

Tinggalkan Balasan

XHTML: Anda dapat gunakan tag ini: <a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <pre> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <strike> <strong>